Ronaldo menyisihkan kandidat lainnya, seperti Fernando Torres, Xavi Hernandes, Lionel Messi dan Kaka dalam pemilihan pada malam inagurasi FIFA di Zurich Opera House, Swiss, Selasa (12/1) WIB.
Titel ini menjadi milik Ronaldo setelah menunjukkan performa luar biasa musim lalu. Ia sukses membawa Setan Merah menjuarai dua gelar bergengsi, Liga Primer Inggris dan Liga Champions, serta Piala Dunia Antarklub di tahun 2008.
Gelar dari FIFA ini adalah yang pertama diraihnya sepanjang karir. Gelar tersebut melengkapi dua penghargaan bergengsi lainnya yang sudah terlebih dahulu didapatnya, yaitu Ballon d'Or dan FIFPro Award.
Sedangkan posisi runner up menjadi milik Messi setelah berhasil mengantarkan Argentina meraih medali emas Olimpiade Beijing 2008. Tempat ketiga menjadi milik Torres yang sudah berhasil mengantar timnas Spanyol ke tangga juara Euro 2008.
Tuesday, January 13, 2009
Tuesday, January 6, 2009
Siapa Saja Pemain Muda Berbakat di Serie A ?
Inilah pemain - pemain muda berbakat di Serie A :
Alexandre Pato (AC Milan)
Pemain depan -- 2 September 1989
"Bagiku dia berpotensi menjadi striker terkuat di dunia," puji pelatih AC Milan Carlo Ancelotti usai pertandingan menghadapi Udinese. Pemain Brasil berusia 19 tahun ini memiliki semua kemampuan yang layak ditakuti para pemain belakang -- kecepatan, tenaga, keseimbangan, kemampuan, dan tendangan mematikan. Masih butuh mengasah permainannya, seperti pergerakan dan pengambilan keputusan, potensi Pato tak bisa diabaikan begitu saja.
Mauro Zarate (Lazio)
Pemain depan -- 18 Maret 1987
Fenomena yang hanya bisa dibandingkan dengan sedikit pemain terbaik di dunia seperti Lionel Messi. Zarate cepat, cerdas, kreatif, dan beberapa kali bola seolah-olah menempel di kakinya. Namun, tak jarang Zarate terlalu rakus, dan dia butuh meningkatkan sikap serta kerjasama tim. Apapun, inilah tipe pemain yang akan berprestasi tinggi di tingkat dunia. Real Madrid meminatinya, tapi hanya Lazio yang ada di dalam hati Zarate.
Marek Hamsik (Napoli)
Gelandang -- 27 Juli 1987
Salah satu gelandang muda yang memiliki kemampuan paling lengkap di dunia. Hamsik seperti tak punya kelemahan dalam permainannya. Dibandingkan dengan Frank Lampard, gelandang asal Slowakia ini punya kemampuan membantu serangan, masuk ke kotak penalti lawan, dan mencetak gol. Seperti halnya dengan Lampard, rekor golnya untuk ukuran gelandang sangat subur. Hamsik mengemas sembilan gol musim lalu, dan sudah menjaringkan bola ke gawang lawan tujuh kali musim ini.
Sebastian Giovinco (Juventus)
Gelandang serang -- 26 Januari 1987
Dinobatkan sebagai penerus tahta Alessandro del Piero, Giovinco menjadi salah satu trequarista tradisional Italia, yang mengatur serangan di belakang duet striker. Semut Atom memiliki teknis nyaris sempurna, lincah, dua kaki sama baiknya, umpan akurat, giringan bola, dan baik dalam membaca permainan. Banyak yang beranggapan, dengan tinggi hanya 165 cm, Giovinco akan kesulitan berlaga di Serie A, tapi bakat besar yang dimiliki mengalahkan segalanya. Butuh kematangan bermain untuk meraih prediket yang terbaik.
Fabiano Santacroce (Napoli)
Bek tengah/bek kanan -- 24 Agustus 1986
Santacroce mulai bersinar saat tampil di klub Serie B, Brescia. Santacroce adalah salah satu bek muda terbaik Italia saat ini, dan kemampuannya disebandingkan dengan Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta. Cepat, berani, dan penggasak yang tangguh, hanya butuh waktu bagi Santacroce untuk tampil reguler di timnas Italia. Rumor yang beredar menyebutkan Milan mengincarnya untuk menggantikan Nesta.
Claudio Marchisio (Juventus)
Gelandang -- 19 Januari 1986
Dianggap "Marco Tardelli yang baru", Marchisio mengundang pujian saat turut serta memberikan kemenangan Juventus 4-2 atas Milan di Turin. Pemain berusia 22 tahun ini hanya punya sedikit kelemahan. Marchisio sama baiknya, tampil menyerang maupun bertahan. Bersama Momo Sissoko, pemain yang juga pandai mengumpan ini menjadi duet sepadan di lini tengah Juve.
Paolo de Ceglie (Juventus)
Bek kiri/kiri luar -- 17 September 1986
Seperti halnya Marchisio, De Ceglie juga tampil mengesankan saat melawan Milan. Pemain timnas Italia U-21 ini meneror sektor kanan pertahanan Milan yang dikawal Gianluca Zambrotta. Pemain sayap ini mirip Antonio Cabrini, tapi De Ceglie masih harus meningkatkan kemampuan dalam bertahan. Posisi terbaik De Ceglie adalah kiri luar, posisi yang memungkinkannya mengeksploitasi kecepatan dan kebolehan umpan silangnya.
Cristian Zapata (Udinese)
Bek tengah -- 30 September 1986
Zapata dirundung cedera belakangan ini, tapi jika tampil bugar, hanya tinggal tunggu waktu melihatnya bergabung dengan klub besar. Milan, Juventus, dan Arsenal dilaporkan tertarik terhadap bek tengah yang pandai menjaga lawan, menggasak, menyundul, dan juga cepat serta tenang. Zapata sering menggiring bola dari lini pertahanan untuk mengawali serangan tim.
Mario Balotelli (Inter Milan)
Pemain depan -- 12 Agustus 1990
Remaja ajaib yang memikat perhatian musim lalu saat masih berusia 17 tahun, dan turut berperan penting dalam kesuksesan Inter meraih scudetto. Lahir di Sisilia dari keluarga imigran asal Ghana, Balotelli diharapkan menjadi pemain keturunan Afrika pertama yang menjadi bintang di timnas Italia. Kasus yang menghampiri Balotelli beberapa bulan terakhir menjadi peringatan untuk memperbaiki sikapnya. Demi mengembalikan permainan terbaiknya -- Jose Mourinho benar dengan menyuruhnya berlatih bersama tim cadangan.
Stevan Jovetic (Fiorentina)
Gelandang serang/pemain depan -- 2 November 1989
Fiorentina harus bersaing dengan klub papan atas lainnya saat mendatangkan Jovetic dari Partizan Belgrade musim panas lalu. Pemain berusia 19 tahun ini masih beradaptasi dengan atmosfir Serie A, namun masih mampu menunjukkan bakat yang dipercaya akan membuatnya bersinar suatu hari nanti. Jovetic dapat diandalkan bermain di posisi trequarista, karena pandai menggiring serta mengolah bola. Tunggu saja aksinya lebih banyak lagi di Artemio Franchi dalam beberapa bulan ke depan!
Robert Acquafresca (Cagliari/Inter)
Pemain depan -- 11 September 1987
Acquafresca dimiliki Inter, tapi sedang dipinjamkan ke Cagliari -- tempatnya menjadi kunci kelolosan klub Sardinia itu dari jeratan degradasi musim lalu dengan mencetak 10 gol. Musim ini, Acquafresca sudah mengemas enam gol, dan banyak laporan yang menyebutkan dirinya akan dipanggil kembali ke San Siro bulan ini. Striker jangkung ini pandai memanfaatkan keunggulan fisiknya untuk bola-bola atas, tapi masih kesulitan memanfaatkan peluang berupa bola rendah. Pemain setengah Polandia ini kerap dibandingkan dengan Luca Toni.
Jeremy Menez (AS Roma)
Gelandang serang -- 7 Mei 1987
Sebutan "Zinedine Zidane yang baru" juga disematkan untuknya, seperti pemain muda Prancis lain. Menez memang punya kemiripan dengan legenda sepakbola itu -- cepat, kemampuan tinggi, dan kreatif. Gelandang berusia 21 tahun ini dapat bermain di sayap kiri atau di tengah. Sejak didatangkan dari Monaco musim lalu, masa depan Roma diletakkan di bahu Menez.
Vincenzo Fiorillo (Sampdoria)
Kiper -- 13 Januari 1990
Italia disebut-sebut mulai kekurangan kiper muda berkualitas. Tapi, kehadiran penjaga gawang belia tim Primavera Sampdoria ini menyeruak di pemberitaan. Fiorillo, 18 tahun, sudah disebut-sebut sebagai "Gianluigi Buffon yang baru", dan jika Anda menyimak permainannya, Anda akan mengerti kenapa. Gaya keduanya identik. Fiorillo, dengan tinggi 190 cm, tampil menjulang di gawang Sampdoria, tenang dan mampu memimpin lini pertahanan. Musim lalu, Fiorillo menyabet gelar liga dan piala Primavera bersama Samp. Sudah menjalani debut Serie A, Fiorillo segera menjadi andalan Sampdoria senior.
Savio Nsereko (Brescia)
Gelandang serang -- 27 Juli 1990
Setelah menelurkan bakat-bakat baru seperti Hamsik dan Santacroce, Brescia kembali memunculkan Nsereko. Pemain kelahiran Ghana berpaspor Jerman ini masih berusia 19 tahun, dan sudah dianggap sebagai bintang masa depan. Nsereko bisa bermain sebagai gelandang serang di sayap kiri, atau di depan, dan terkenal berkat kelincahan dan kecerdasannya. Serangkaian klub besar sudah mengincar Nsereko, seperti Juventus dan Napoli, dan sangat mungkin pindah Januari ini.
Alexis Sanchez (Udinese)
Pemain depan/sayap -- 16 Desember 1988
Seperti halnya Pato, Sanchez dijuluki "El NiƱo Maravilla" (Anak Ajaib) dan menjadi salah satu pemain muda berbakat hebat di Serie A Italia. Kecepatan, teknik, dan giringan bola adalah kelebihan Sanchez. Dapat bermain di posisi sayap atau gelandang serang ortodoks, pemain asal Cili ini sudah mengemas dua gol di Serie A musim ini, termasuk gol hebat ke gawang Catania. Sayangnya, penampilan Sanchez, seperti tim yang dibelanya, menurun belakangan ini.
Beberapa pemain muda lain yang layak disimak:
Edison Cavani (Palermo), Zdravko Kuzmanovic (Fiorentina), Sokratis Papastathopoulos (Genoa), Stefan Radu (Lazio), Viktor Obinna (Inter), Simon Kjaer (Palermo), Mobido Diakite (Lazio), Alberto Paloschi (AC Parma/Milan), Domenico Criscito (Genoa/Juventus), Stefano Chuka Okaka (Roma), Eder(Frosinone), Lorenzo De Silvestri (Lazio), Fausto Rossi (Juventus).
Bila ada pemain muda berbakat lainnya, silahkan anda tambahkan sendiri yaa...
Alexandre Pato (AC Milan)
Pemain depan -- 2 September 1989
"Bagiku dia berpotensi menjadi striker terkuat di dunia," puji pelatih AC Milan Carlo Ancelotti usai pertandingan menghadapi Udinese. Pemain Brasil berusia 19 tahun ini memiliki semua kemampuan yang layak ditakuti para pemain belakang -- kecepatan, tenaga, keseimbangan, kemampuan, dan tendangan mematikan. Masih butuh mengasah permainannya, seperti pergerakan dan pengambilan keputusan, potensi Pato tak bisa diabaikan begitu saja.
Mauro Zarate (Lazio)
Pemain depan -- 18 Maret 1987
Fenomena yang hanya bisa dibandingkan dengan sedikit pemain terbaik di dunia seperti Lionel Messi. Zarate cepat, cerdas, kreatif, dan beberapa kali bola seolah-olah menempel di kakinya. Namun, tak jarang Zarate terlalu rakus, dan dia butuh meningkatkan sikap serta kerjasama tim. Apapun, inilah tipe pemain yang akan berprestasi tinggi di tingkat dunia. Real Madrid meminatinya, tapi hanya Lazio yang ada di dalam hati Zarate.
Marek Hamsik (Napoli)
Gelandang -- 27 Juli 1987
Salah satu gelandang muda yang memiliki kemampuan paling lengkap di dunia. Hamsik seperti tak punya kelemahan dalam permainannya. Dibandingkan dengan Frank Lampard, gelandang asal Slowakia ini punya kemampuan membantu serangan, masuk ke kotak penalti lawan, dan mencetak gol. Seperti halnya dengan Lampard, rekor golnya untuk ukuran gelandang sangat subur. Hamsik mengemas sembilan gol musim lalu, dan sudah menjaringkan bola ke gawang lawan tujuh kali musim ini.
Sebastian Giovinco (Juventus)
Gelandang serang -- 26 Januari 1987
Dinobatkan sebagai penerus tahta Alessandro del Piero, Giovinco menjadi salah satu trequarista tradisional Italia, yang mengatur serangan di belakang duet striker. Semut Atom memiliki teknis nyaris sempurna, lincah, dua kaki sama baiknya, umpan akurat, giringan bola, dan baik dalam membaca permainan. Banyak yang beranggapan, dengan tinggi hanya 165 cm, Giovinco akan kesulitan berlaga di Serie A, tapi bakat besar yang dimiliki mengalahkan segalanya. Butuh kematangan bermain untuk meraih prediket yang terbaik.
Fabiano Santacroce (Napoli)
Bek tengah/bek kanan -- 24 Agustus 1986
Santacroce mulai bersinar saat tampil di klub Serie B, Brescia. Santacroce adalah salah satu bek muda terbaik Italia saat ini, dan kemampuannya disebandingkan dengan Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta. Cepat, berani, dan penggasak yang tangguh, hanya butuh waktu bagi Santacroce untuk tampil reguler di timnas Italia. Rumor yang beredar menyebutkan Milan mengincarnya untuk menggantikan Nesta.
Claudio Marchisio (Juventus)
Gelandang -- 19 Januari 1986
Dianggap "Marco Tardelli yang baru", Marchisio mengundang pujian saat turut serta memberikan kemenangan Juventus 4-2 atas Milan di Turin. Pemain berusia 22 tahun ini hanya punya sedikit kelemahan. Marchisio sama baiknya, tampil menyerang maupun bertahan. Bersama Momo Sissoko, pemain yang juga pandai mengumpan ini menjadi duet sepadan di lini tengah Juve.
Paolo de Ceglie (Juventus)
Bek kiri/kiri luar -- 17 September 1986
Seperti halnya Marchisio, De Ceglie juga tampil mengesankan saat melawan Milan. Pemain timnas Italia U-21 ini meneror sektor kanan pertahanan Milan yang dikawal Gianluca Zambrotta. Pemain sayap ini mirip Antonio Cabrini, tapi De Ceglie masih harus meningkatkan kemampuan dalam bertahan. Posisi terbaik De Ceglie adalah kiri luar, posisi yang memungkinkannya mengeksploitasi kecepatan dan kebolehan umpan silangnya.
Cristian Zapata (Udinese)
Bek tengah -- 30 September 1986
Zapata dirundung cedera belakangan ini, tapi jika tampil bugar, hanya tinggal tunggu waktu melihatnya bergabung dengan klub besar. Milan, Juventus, dan Arsenal dilaporkan tertarik terhadap bek tengah yang pandai menjaga lawan, menggasak, menyundul, dan juga cepat serta tenang. Zapata sering menggiring bola dari lini pertahanan untuk mengawali serangan tim.
Mario Balotelli (Inter Milan)
Pemain depan -- 12 Agustus 1990
Remaja ajaib yang memikat perhatian musim lalu saat masih berusia 17 tahun, dan turut berperan penting dalam kesuksesan Inter meraih scudetto. Lahir di Sisilia dari keluarga imigran asal Ghana, Balotelli diharapkan menjadi pemain keturunan Afrika pertama yang menjadi bintang di timnas Italia. Kasus yang menghampiri Balotelli beberapa bulan terakhir menjadi peringatan untuk memperbaiki sikapnya. Demi mengembalikan permainan terbaiknya -- Jose Mourinho benar dengan menyuruhnya berlatih bersama tim cadangan.
Stevan Jovetic (Fiorentina)
Gelandang serang/pemain depan -- 2 November 1989
Fiorentina harus bersaing dengan klub papan atas lainnya saat mendatangkan Jovetic dari Partizan Belgrade musim panas lalu. Pemain berusia 19 tahun ini masih beradaptasi dengan atmosfir Serie A, namun masih mampu menunjukkan bakat yang dipercaya akan membuatnya bersinar suatu hari nanti. Jovetic dapat diandalkan bermain di posisi trequarista, karena pandai menggiring serta mengolah bola. Tunggu saja aksinya lebih banyak lagi di Artemio Franchi dalam beberapa bulan ke depan!
Robert Acquafresca (Cagliari/Inter)
Pemain depan -- 11 September 1987
Acquafresca dimiliki Inter, tapi sedang dipinjamkan ke Cagliari -- tempatnya menjadi kunci kelolosan klub Sardinia itu dari jeratan degradasi musim lalu dengan mencetak 10 gol. Musim ini, Acquafresca sudah mengemas enam gol, dan banyak laporan yang menyebutkan dirinya akan dipanggil kembali ke San Siro bulan ini. Striker jangkung ini pandai memanfaatkan keunggulan fisiknya untuk bola-bola atas, tapi masih kesulitan memanfaatkan peluang berupa bola rendah. Pemain setengah Polandia ini kerap dibandingkan dengan Luca Toni.
Jeremy Menez (AS Roma)
Gelandang serang -- 7 Mei 1987
Sebutan "Zinedine Zidane yang baru" juga disematkan untuknya, seperti pemain muda Prancis lain. Menez memang punya kemiripan dengan legenda sepakbola itu -- cepat, kemampuan tinggi, dan kreatif. Gelandang berusia 21 tahun ini dapat bermain di sayap kiri atau di tengah. Sejak didatangkan dari Monaco musim lalu, masa depan Roma diletakkan di bahu Menez.
Vincenzo Fiorillo (Sampdoria)
Kiper -- 13 Januari 1990
Italia disebut-sebut mulai kekurangan kiper muda berkualitas. Tapi, kehadiran penjaga gawang belia tim Primavera Sampdoria ini menyeruak di pemberitaan. Fiorillo, 18 tahun, sudah disebut-sebut sebagai "Gianluigi Buffon yang baru", dan jika Anda menyimak permainannya, Anda akan mengerti kenapa. Gaya keduanya identik. Fiorillo, dengan tinggi 190 cm, tampil menjulang di gawang Sampdoria, tenang dan mampu memimpin lini pertahanan. Musim lalu, Fiorillo menyabet gelar liga dan piala Primavera bersama Samp. Sudah menjalani debut Serie A, Fiorillo segera menjadi andalan Sampdoria senior.
Savio Nsereko (Brescia)
Gelandang serang -- 27 Juli 1990
Setelah menelurkan bakat-bakat baru seperti Hamsik dan Santacroce, Brescia kembali memunculkan Nsereko. Pemain kelahiran Ghana berpaspor Jerman ini masih berusia 19 tahun, dan sudah dianggap sebagai bintang masa depan. Nsereko bisa bermain sebagai gelandang serang di sayap kiri, atau di depan, dan terkenal berkat kelincahan dan kecerdasannya. Serangkaian klub besar sudah mengincar Nsereko, seperti Juventus dan Napoli, dan sangat mungkin pindah Januari ini.
Alexis Sanchez (Udinese)
Pemain depan/sayap -- 16 Desember 1988
Seperti halnya Pato, Sanchez dijuluki "El NiƱo Maravilla" (Anak Ajaib) dan menjadi salah satu pemain muda berbakat hebat di Serie A Italia. Kecepatan, teknik, dan giringan bola adalah kelebihan Sanchez. Dapat bermain di posisi sayap atau gelandang serang ortodoks, pemain asal Cili ini sudah mengemas dua gol di Serie A musim ini, termasuk gol hebat ke gawang Catania. Sayangnya, penampilan Sanchez, seperti tim yang dibelanya, menurun belakangan ini.
Beberapa pemain muda lain yang layak disimak:
Edison Cavani (Palermo), Zdravko Kuzmanovic (Fiorentina), Sokratis Papastathopoulos (Genoa), Stefan Radu (Lazio), Viktor Obinna (Inter), Simon Kjaer (Palermo), Mobido Diakite (Lazio), Alberto Paloschi (AC Parma/Milan), Domenico Criscito (Genoa/Juventus), Stefano Chuka Okaka (Roma), Eder(Frosinone), Lorenzo De Silvestri (Lazio), Fausto Rossi (Juventus).
Bila ada pemain muda berbakat lainnya, silahkan anda tambahkan sendiri yaa...
Sunday, January 4, 2009
Bursa Transfer - Juventus Jual Buffon Untuk Messi ???
Quid pro quo. Sesuatu dibutuhkan untuk memperoleh sesuatu yang lain. Penjualan Gianluigi Buffon dapat memberikan Juventus dana transfer Lionel Messi.
Juventus tampaknya serius mendatangkan bintang Barcelona Lionel Messi sehingga mempertimbangkan untuk menjual Gianluigi Buffon demi memperoleh dana transfer.
Beberapa laporan yang berkembang di Italia menyebutkan impian Juve untk mendatangkan Messi dapat menjadi kenyataan.
Juve mempertimbangkan melepas penjaga gawang nomor satunya dan memanfaatkan dananya untuk memboyong Messi.
Messi dinilai setara dengan €75 juta dan memiliki klausul pembelian €150 juta dalam kontraknya.
Juve dapat memanfaatkan "bantuan" Manchester City untuk mewujudkan transfer impian itu karena mengajukan penawaran €100 juta untuk memperoleh Buffon. Jadi, dana penjualan itu sudah cukup untuk mendatangkan Messi. Sisa dana bisa dimanfaatkan untuk mencari seorang pemain belakang.
Presiden Juventus Giovanni Cobolli Gigli harus mempertimbangkan masak-masak keputusannya. Satu-satunya masalah adalah memuaskan para fans.
Hingga saat ini, belum ada tanggapan dari Barcelona.
INFO La Liga - Barcelona Mulai 2009 Dengan Kemenangan
Pergantian tahun tak mengubah penampilan Barcelona. Tetap tampil dominan dan atraktif, Barcelona mengatasi perlawanan Mallorca 3-1 -- meski sempat tertinggal lebih dahulu.
Seperti yang sudah diprediksi, Barcelona tampil tanpa diperkuat dua pemain intinya, Daniel Alves dan Lionel Messi, karena baru kembali dari masa liburan Natal. Pelatih Pep Guardiola pun memainkan Carles Puyol sebagai bek kanan dan memilih Victor Sanchez untuk menjadi poros pertahanan bersama Rafael Marquez.Mallorca, yang baru mengemas tiga kemenangan sepanjang musim ini dan satu poin di atas zona degradasi, adalah tim terakhir yang mampu meraih kemenangan di Nou Camp. Pada pertandingan pamungkas musim lalu, Mallorca berhasil menaklukkan tuan rumah 3-2. Setelahnya, dari delapan pertandingan hanya Racing Santander dan Getafe yang bisa mencuri poin di Nou Camp.
Menit ke-15, Nou Camp bungkam ketika Arits Aduriz mampu mencuri bola dari penguasaan Yaya Toure dan Victor Sanchez. Tanpa kesulitan, Aduriz mencungkil bola melewati Victor Valdes yang sudah maju menutup ruang.
Gol tersebut hanya memancing para pemain Barcelona untuk lebih meningkatkan serangan. Para pemain Mallorca, yang terlihat tidak terlalu senang setelah unggul lebih dahulu, menumpuk lima hingga enam orang di daerah pertahanan sendiri. Hanya Aduritz yang dibiarkan sendiri di lini depan untuk menyambut serangan balik tim tamu.
Setelah tendangan Eidur Gudjohnsen menghantam mistar German Lux, Barca menyamakan kedudukan melalui kaki kiri Thierry Henry. Gagal membongkar pertahanan lawan lewat permainan terbuka, Barca mencetak gol melalui bola mati.
Tendangan pojok Xavi disundul Puyol. Bola menuju arah lari Henry, yang setelah mengontrol sebentar langsung melepas tendangan ke tiang jauh. Nou Camp pun kembali bergemuruh.
Untuk meningkatkan agresivitas, Guardiola memasukkan Alves pada awal babak kedua. Tapi, suhu pertandingan malah meningkat karena gesekan antarpemain. Setidaknya dua kali Marquez terlibat adu argumen setelah bentrokan dengan Aduritz. Kartu kuning pun kian melayang dari saku wasit pada paruh kedua pertandingan ini -- di antaranya tiga kartu tambahan untuk para pemain tuan rumah.
Demi kemenangan, pada menit ke-67 Guardiola juga memasukkan Anders Iniesta, yang sudah sembuh dari cedera beberapa bulan, untuk menggantikan Aliaksandr Hleb.
Delapan menit bermain, Iniesta akhirnya membawa Barcelona unggul. Tendangan Xavi dari depan kotak penalti Mallorca membentur Ivan Ramis. Bola muntah dikejar Gudjohnsen dan tanpa bersikap egois, penyerang Islandia ini menyodorkannya ke arah tiang jauh. Di sana sudah menunggu Iniesta dan dengan penyelesaian sederhana menciptakan gol kedua Barca.
Para pemain Mallorca langsung menyerang asisten wasit dengan protes karena menganggap Gudjohnsen sudah berdiri dalam posisi off side. Wasit Carlos Velasco Carballo bergeming dan tak menggubrisnya.
Satu menit sebelum waktu normal usai, aksi Iniesta harus dihentikan oleh Josemi. Tak pelak, kartu kuning kedua melayang untuk bek kanan itu dan Mallorca harus bermain dengan 10 pemain.
Pada injury time, aksi individual Yaya Toure menembus pertahanan Mallorca dan dengan tendangan ke tiang dekat, gelandang asal Pantai Gading ini melengkapi kemenangan tuan rumah.
Barcelona pun sukses membuka 2009 dengan hasil positif.
Susunan pemain:
Barcelona Valdes; Marquez / Sylvinho (71'), Sanchez / Alves (56'), Puyol, Abidal; Toure, Xavi, Hleb / Iniesta (67'); Gudjohnsen, Henry, Eto'o.
Mallorca Lux; Nunes, Ramis, Josemi, Corrales; Marti, Suarez / Jurado (83'), Varela, Scaloni / Santana (77'); Arango; Aduritz / Webo (83').
Subscribe to:
Posts (Atom)
